All posts by atangtrisnanto

Membangun Kampung Wisata Kota Bogor

Selat Bosphorus sebagai kawasan wisata Istanbul
Selat Bosphorus sebagai kawasan wisata Kota Istanbul, Turki

Geliat pembangunan yang begitu intens di lokasi-lokasi strategis seperti Tugu Kujang, Kebun Raya, Lapangan Sempur, dan taman-taman indah nampak kontras dengan tiadanya pembangunan yang mendasar di kawasan padat penduduk ini. Padahal, lokasinya tak jauh dan hanya berbilang ratusan meter. Bahkan, kawasan itu juga begitu dekat dengan Istana Kepresidenan Bogor. Kawasan itu ada di jantung Kota. Kampung itu adalah Babakan Pasar, Paledang, Panaragan, Kebon Kalapa, dan Sempur. Continue reading Membangun Kampung Wisata Kota Bogor

Revolusi Mental Kelembagaan Pangan Nasional

Tulisan Opini di Majalah Agrimedia SB IPB Edisi 20/2016

Atang Trisnanto, S.Hut, M.Si (Direktur Eksekutif NAFIS)

Undang-undang No. 18 Tahun 2012 mengamanatkan dibentuknya Lembaga Pangan Nasional maksimal pada akhir 2015. Dari rancangan Perpres yang disusun, nama lembaga tersebut adalah Badan Pangan Nasional yang berkedudukan sebagai LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian) dan berada langsung di bawah Presiden. Dan sekarang sudah masuk medio 2016, sedangkan kelembagaan tersebut sampai saat ini belum disahkan. Lantas, bagaimana nasib kelembagaan pangan tersebut?

Continue reading Revolusi Mental Kelembagaan Pangan Nasional

Anomali Data Pangan Nasional

cropped-DSC010131.png
Atang Trisnanto, Direktur Eksekutif NAFIS (National Food Security Studies)

Awal tahun 2016 ini kita kembali dihadapkan pada paradoks angka-angka dan data di sektor pangan. Kenapa paradoks? Seringkali angka-angka statistik di sektor pangan nasional kita menunjukkan keanehan atau anomali kausalistik. Ketika Pemerintah menyatakan surplus beras, namun di sisi lain terjadi impor yang fantastis. Ketika Pemerintah bicara surplus pangan, namun pada faktanya harga-harga komoditas pangan melambung tinggi. Pada saat anggaran dinaikkan dua kali lipat, yang terjadi justru impor naik dua kali lipat. Lantas, dimana letak kesalahan dasarnya? Continue reading Anomali Data Pangan Nasional

Catatan ‘Cinta’ Akhir Tahun Untuk Pemkot Bogor

Jajaran Pimpinan DPD PKS Kota Bogor
Sumber foto : Rizky Dewantara (Bogor Today)

Menjelang berakhirnya tahun 2015, tentu meninggalkan jejak langkah yang perlu dievaluasi guna perbaikan di masa yang akan datang. Catatan evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan perbaikan pada penyelenggaraan pemerintahan di tahun 2016 dan di masa-masa yang akan datang. Hal tersebut semata mata bertujuan agar harapan masyarakat yang begitu tinggi saat terpilihnya walikota baru, dapat terpenuhi dengan kinerja yang baik oleh pemerintahan sekarang, sehingga menghadirkan Kota Bogor yang nyaman, aman, dan beriman – sesuai dengan visi RPJMD 2014-2019. Continue reading Catatan ‘Cinta’ Akhir Tahun Untuk Pemkot Bogor

Paradoks Surplus Beras

Senyum anak tani Indonesia
Senyum anak tani Indonesia

Senyum anak-anak petani, senyum riang penuh harapan, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di sekitar mereka. Senyuman yang sama barangkali juga dirasakan orang tua mereka tatkala Pemerintah mem-publish surplus beras 4 juta ton di tahun 2015 ini. Seakan menghapus rasa duka saat keputusan impor beras diambil beberapa waktu sebelumnya, surplus beras ini pun kembali men’catat’kan keberhasilan Pemerintah. Agak aneh memang, di saat surplus beras sedemikian besarnya, Pemerintah juga mengimpor beras dalam jumlah cukup besar . Continue reading Paradoks Surplus Beras

Dahsyatnya Cinta

20140506_183802
Cinta adalah kata yang tak pernah kehabisan cerita. Bicara tentang cinta, bicara tentang hati. Bicara tentang cinta, bicara tentang jiwa. Saking dahsyatnya kata cinta, seseorang  bisa menjadi lemah karenanya. Namun karena dahsyatnya cinta pula, membuat seseorang begitu kuat dan perkasa. Maka tak heran, bila seorang Jamal Mirdad pernah melantunkan syair lagu “Kalau Cinta Sudah Melekat, Gula Jawa Rasa Cokelat”. Sering terkesan slapstick memang, tapi suka ataupun tidak suka, begitulah Cinta….. Continue reading Dahsyatnya Cinta

Arti Sebuah Nama

Bapak & Alm. Emak, pelita cahaya bagi kami...
Bapak & Alm. Emak, semoga Allah balas segala pengorbanan dengan Jannah…

Pernahkah kita mendengar adanya ungkapan “Apalah arti sebuah nama”? Kalimat yang cukup terkenal dan salah satunya ditulis oleh William Shakespeare itu bisa jadi benar jika dilihat dalam satu sudut pandang  atau konteks tertentu saja.  Seperti halnya pendapat Shakespeare yang kemudian diikuti dengan pernyataan lanjutan “Kalaupun kita menyebut bunga mawar dengan nama yang lain, bunga itu tetaplah harum”.  Jika dalam konteks ini, apa yang dikatakan Shakespaeare bisa jadi benar. Namun, jika dilihat dari sisi yang lain, nama bisa menjadi sesuatu yang berbeda. Karena nama akan mampu menceritakan segala makna yang terkandung didalamnya.

Continue reading Arti Sebuah Nama

Sektor Pangan Jelang Krisis

Atang Trisnanto Msi
Direktur Eksekutif National Food Security Studies (Nafis)

Dimuat di Koran Sindo, 1 September 2015

Direktur Eksekutif NAFIS
Direktur Eksekutif NAFIS

Presiden Joko Widodo sudah menempatkan target swasembada beberapa komoditas penting pangan sebagai agenda penting pemerintahannya. Untuk mempertegas sasaran tersebut, pemerintah hingga saat ini menutup opsi impor rapat-rapat atas sejumlah komoditas pangan. Komitmen pemerintah menutup keran impor pangan diharapkan dapat merangsang kemampuan swadaya bangsa demi meningkatkan produktivitasnya dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Namun, perlu diingat, kebijakan ini harus diikuti dengan kalkulasi yang cermat, program terukur, serta realisasi kebijakan yang tepat. Kenapa? Karena, jika pemerintah kurang tepat mengelola stok pangan nasional, yang terjadi adalah keributan pasar dan inflasi yang tinggi. Dari sisi produksi, langkah prioritas dalam perbaikan dan penyediaan infrastruktur pertanian sudah tepat. Tapi, itu belum cukup. Continue reading Sektor Pangan Jelang Krisis

Panasnya Jakarta, Panasnya Indonesia

Oleh : Atang Trisnantoabcd

Siang ini, Jakarta terasa panas. Perjalanan dari tempat kerja ke sebuah tempat untuk beristirahat, sholat, dan makan tengah hari ini benar-benar begitu terasa. Terik matahari menembus langsung ke dalam tulang dan daging. Jarak yang hanya berjarak sekitar 500 meter itupun berhasil membuat matahari, mampu memanaskan baju dan celana yang sebenarnya bukan konduktor yang baik. Continue reading Panasnya Jakarta, Panasnya Indonesia