Semuanya Berawal Dari Sini….

Dari kampunglah bayi laki-laki kecil itu dilahirkan.. di ujung timur pulau Jawa. Dari sanalah semuanya berawal. Dalam perjalanannya, Allah SWT banyak memberikan jalan baginya untuk berkelana mencari jati diri dan makna hidup yang sesungguhnya. Tatkala masuk jenjang Perguruan Tinggi, disanalah semua kembali berawal. Dunia kampus ternyata banyak sekali dinamikanya. Disinilah seseorang mulai menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Begitu juga dengan pemuda kampung itu. Allah membukakan baginya jalan untuk bertemu dengan orang-orang baik, orang-orang sholih, dan orang-orang yang luar biasa jiwa pengorbanannya. Ya, disinilah (kampus), akhirnya lambat laun pemuda desa yang haus mencari makna hidup semenjak SMA itu mulai memahami akan jati diri, apa tujuan hidup, dan apa yang harus dilakukan sebagai seorang manusia, seorang hamba Allah yang diciptakan untuk membuat sebuah perbaikan  dan membangun peradaban. Inilah TARBIYAH… Dan dari sinilah, semuanya berawal…

Matahari beranjak mulai terik, hari itu, lahirlah seorang bayi laki-laki di sebuah desa yang indah dan bersahaja, dari sebuah keluarga dan orang tua yang sederhana.  Dengan suasana kampung yang begitu bersahaja, masa kecil anak lanang itu menjadi suatu masa-masa yang sangat indah dan begitu akrab dengan alam raya, alam nan indah dengan sentuhan hangat  dan  mempesona. Perang-perangan, kejar-kejaran, berburu, mandi di sungai, naik kerbau di sawah, jitungan, petak umpet, mobil-mobilan dari bambu dan kulit jeruk, yoyo, dan berbagai permainan anak-anak kampung lainnya telah mengajarkan banyak warna, anak-anak desa yang belum mengenal sentuhan teknologi modern.

Listrik pun baru masuk ke kampung setelah anak lanang itu berumur 13 tahun. Sebelumnya, kalau ingin melihat siaran tinju Mike Tyson, mereka ramai-ramai melihat TV hitam putih di salah satu rumah penduduk yang cukup kaya dengan menggunakan energi dari Accu. Masa sekolah pun tiba. Taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, dan SMU semuanya dijalani di kampung halaman. Selama 8 tahun, sejak kelas 1 SD hingga 2 SMP, otot-otot kaki menjadi terlatih karena tiap hari naik sepeda pancal ke sekolah. Kalau jarak SD ke rumah sih ga terlalu jauh hanya sekitar 2 km, tapi yang SMP lumayan juga, 12 km dari rumah.

Cita-cita yang selalu berubah, seperti ingin jadi dokter, tentara, guru, dosen, dan insinyur berjalan dan berganti  dari waktu ke waktu. Sebagai seorang anak bungsu, bocah lanang itu tentunya ingin mendapat kemanjaan dari kedua orang tua. Namun, ternyata Bapaknya adalah seorang pendidik yang sangat tegas. Banyak hal yang sangat diatur tegas oleh beliau. Namun, kebaikan dari pendidikan yang diterapkan Bapak dan Ibu baru bisa disadari manfaatnya ketika nanti ia mulai beranjak dewasa dan sudah berkeluarga.

SMP dan SMU adalah masa dimana anak lelaki itu berusaha untuk mendapatkan sebuah kepercayaan diri, bahwa sebenarnya ia punya kemampuan yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Anak kecil yang beranjak menjadi pemuda ini dasarnya pemalu, apalagi ketika sekolah di SMP dan SMU nya ke kota kecamatan terbesar kedua setelah ibukota Kabupaten. Minder, tidak percaya diri, sering berkecamuk dalam dadanya. Apalagi ketika harus berhadapan dengan lawan jenis. Maklum, anak ndeso…

Jarak yang jauh antar rumah dan sekolah membuat lelaki kecil yang beranjak remaja ini harus hidup jauh dari orang tua. Disitulah ia menjalani masa SMU yang begitu banyak nuansanya. Menjadi seorang yang ekspresif, independen, dan bebas berkreasi. Pernah suatu masa, dirinya bersama kawan-kawan yang lain nekat menggalang demo di sekolah. Ya, jiwa pemberontak dan berani khas Jawa Timuran itu mulai merasuk dalam jiwa-jiwa mereka. Padahal, jaman itu sangat anti yang namanya demo atau kritikan. Maklum, semuanya masih hidup pada jaman orde baru, di tahun 1996.

Kesempatan itu datang juga. Sebuah Undangan Seleksi Masuk PTN melalui jalur PMDK datang ke sekolah.  Beberapa bulan berikutnya, di saat  mengikuti persiapan intensif UMPTN di Surabaya, kabar bahagia itu datang juga. Pemuda kecil dari kampung ini akhirnya diterima juga menjadi salah seorang mahasiswa di PTN yang ia lamar.

Dengan agak-agak takut dan malu-malu, sampailah pemuda kampung ini di Bogor. Placement test yang diadakan membuat badannya basah dan banjir oleh keringat. Ternyata, teman-temannya tampak seperti pemuda-pemuda yang cerdas dan intelek. Berbeda dengan dirinya yang datang dari kampung . Namun, semuanya itu berangsur pulih setelah Allah mentakdirkan dirinya mendapat nilai yang sangat memuaskan di matrikulasi, dan rasa tidak pede itu berangsur hilang.

Dunia kampus ternyata banyak sekali dinamikanya. Disinilah ia mulai menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Allah membukakan jalan untuk bertemu dengan orang-orang baik, orang-orang sholih, dan orang-orang yang luar biasa jiwa pengorbanannya. Ya, disinilah (di Perguruan Tinggi), akhirnya lambat laun pemuda kampung itu mulai memahami akan jati diri, apa tujuan hidup, dan apa yang harus dilakukan sebagai seorang manusia, seorang hamba Allah yang diciptakan untuk membuat sebuah perbaikan  dan membangun peradaban. Inilah TARBIYAH… Dan dari sinilah, semuanya berawal…

Selain aktivitas tarbiyah, aktivitas kemahasiswaan yang ia ikuti di kampus dapat membantunya  dalam meningkatkan pemikiran-pemikiran dan kedewasaan serta kebijakan dalam berpikir, dan kematangan dalam bertindak.  Kebersaman, keberanian, dan kekeluargaan yang ia dapatkan dari Corsa Rimbawan semakin membuatnya bersemangat untuk memberikan yang terbaik. Kehidupan di dalam hutan ketika praktek lapang, kerja sama pada masa-masa menempuh perkuliahan, kecintaan terhadap alam, adalah bagian hidup yang banyak memberikan pelajaran bagi pemuda itu…  Sekali lagi, hidup banyak memberikan pelajaran. Belajar dari siapa saja dan dari apa saja.

Alhamdulillah, bayi kecil dari kampung itu akhirnya tumbuh menjadi anak laki-laki kecil yang merasakan indahnya alam dan kebersamaan, berkesempatan tumbuh menjadi pemuda dan menemukan identitas hidupnya, dan saat ini ketika dewasa, kembali berulang-ulang Allah beri karunia dengan hadirnya pendamping hidup dan buah hati paling berharga… Semoga mereka dapat istiqomah, dikumpulkan selalu dengan orang-orang sholih, dapat memberikan yang terbaik untuk kehidupan, dan senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT….  hingga menggapai Ridho-Nya…..

Ya, semuanya berawal dari sini… berawal dari tarbiyah…

Meski dari kampung yang nun jauh disana, awal itu menjadi suatu kado yang indah dari Rabb Azza wa Jalla buat dirinya….

Semuanya menjadi indah dan manis, berawal dari indahnya tarbiyah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *