Semuanya Berawal Dari Sini….

Dari kampunglah bayi laki-laki kecil itu dilahirkan.. di ujung timur pulau Jawa. Dari sanalah semuanya berawal. Dalam perjalanannya, Allah SWT banyak memberikan jalan baginya untuk berkelana mencari jati diri dan makna hidup yang sesungguhnya. Tatkala masuk jenjang Perguruan Tinggi, disanalah semua kembali berawal. Dunia kampus ternyata banyak sekali dinamikanya. Disinilah seseorang mulai menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Begitu juga dengan pemuda kampung itu. Allah membukakan baginya jalan untuk bertemu dengan orang-orang baik, orang-orang sholih, dan orang-orang yang luar biasa jiwa pengorbanannya. Ya, disinilah (kampus), akhirnya lambat laun pemuda desa yang haus mencari makna hidup semenjak SMA itu mulai memahami akan jati diri, apa tujuan hidup, dan apa yang harus dilakukan sebagai seorang manusia, seorang hamba Allah yang diciptakan untuk membuat sebuah perbaikan  dan membangun peradaban. Inilah TARBIYAH… Dan dari sinilah, semuanya berawal…

Continue reading Semuanya Berawal Dari Sini….

Harapan itu Masih Ada, Pada Siapa?

Oleh : Atang Trisnanto

DSC02732
Kepada siapa harapan mereka diberikan?

Awal tahun 2008. Seorang Ibu tua berbaju lusuh terlihat memakan nasi aking bercampur garam dengan mata yang mulai bercucuran air mata. Tanpa satu lauk pauk apapun, dirinya terpaksa makan nasi sisa yang telah dimasak lagi, sekedar untuk mengganjal perut dan melanjutkan harapan kehidupan. Itulah fragmen hidup yang dialami ratusan pengungsi korban lumpur di Sidoarjo Jawa Timur.

Saat ini hitungan warsa sudah merangkak di 2015. Permasalahan ekonomi rasanya masih saja menghimpit sebagian besar masyarakat di negeri ini. Jeritan papa akibat kenaikan beruntun tarif listrik, BBM, gas, dan kebutuhan sehari-hari menjadikan mereka harus mengikat pinggang dengan lebih keras lagi. Continue reading Harapan itu Masih Ada, Pada Siapa?

Kedaulatan Pangan : Misi Mutlak Negara Agraris

Oleh : Atang Trisnanto

IMG-20130608-01124
Potensi besar negara agraris Indonesia

 

“Masalah pangan akan menjadi masalah yang serius di masa depan. Bumi sebagai tempat produksi pangan tidak berubah, sedangkan populasi manusia terus bertambah. Untuk Indonesia, jumlah penduduk nasional saat ini telah mencapai 245 juta orang dengan pertumbuhan sebesar 1.49% per tahun. Pada tahun 2025, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 300 juta orang. Dengan pertumbuhan populasi tersebut, kebutuhan akan pangan dipastikan meningkat. Di sisi lain, pertambahan penduduk juga akan mengurangi ketersediaan lahan pertanian dengan adanya konversi lahan ke perumahan, jalan, industri, sarana publik, dan berbagai kepentingan lain diluar sektor pertanian.

Kondisi tersebut harus diantisipasi melalui upaya peningkatan produksi pangan yang jauh lebih serius dari apa yang telah dilakukan selama ini. Pemerintah perlu fokus dalam pengelolaan sektor pertanian. Beberapa permasalahan mendasar yang menghambat produksi maupun nilai tambah pertanian harus menjadi prioritas utama yang mutlak diatasi. Penanganan program prioritas tersebut harus didukung dengan sistem anggaran yang kuat, jumlah anggaran yang memadai, integrasi dan kerja sama yang harmonis antar sektor, serta tata pelaksana yang kuat dari pusat sampai daerah. Hal ini sangat mendesak, karena negara harus berdaulat. Tanpa kedaulatan pangan, sangat mungkin rakyat akan lapar…..” Continue reading Kedaulatan Pangan : Misi Mutlak Negara Agraris

Betapa Pentingnya Sektor Pertanian

 Oleh : Atang Trisnanto

DSC02476

“Terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan amanah dari cita-cita pendirian bangsa ini. Sebagai implementasi dari tanggung jawab tersebut, Pemerintah harus mampu mengelola seluruh sumber daya nasional secara optimal dan mendistribusikan manfaatnya secara adil dan merata. Salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah sektor pertanian, yang sangat penting dalam pencapaian ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan melalui pemanfaatan APBN harus benar-benar terkelola secara tepat, baik dari sisi perencanaan maupun sampai pada tahap pelaksanaan. Jangan sampai, anggaran yang teralokasikan tidak memadai (underinvestment) dan yang lebih parah lagi, tidak teralokasi secara benar (misinvestment). Saatnya, menempatkan pertanian pada marwahnya, dan mengembalikan orientasi pembangunan pertanian pada capaian kesejahteraan para pemangkunya.” Continue reading Betapa Pentingnya Sektor Pertanian