Catatan ‘Cinta’ Akhir Tahun Untuk Pemkot Bogor

Jajaran Pimpinan DPD PKS Kota Bogor
Sumber foto : Rizky Dewantara (Bogor Today)

Menjelang berakhirnya tahun 2015, tentu meninggalkan jejak langkah yang perlu dievaluasi guna perbaikan di masa yang akan datang. Catatan evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan perbaikan pada penyelenggaraan pemerintahan di tahun 2016 dan di masa-masa yang akan datang. Hal tersebut semata mata bertujuan agar harapan masyarakat yang begitu tinggi saat terpilihnya walikota baru, dapat terpenuhi dengan kinerja yang baik oleh pemerintahan sekarang, sehingga menghadirkan Kota Bogor yang nyaman, aman, dan beriman – sesuai dengan visi RPJMD 2014-2019.

Upaya perbaikan dan pembangunan yang dilakukan oleh jajaran Pemerintahan sudah mulai terlihat dan nampak cukup membaik di tahun 2015 ini. Peran eksekutif maupun legislatif sudah mulai terlihat jejak rekamnya. Hanya saja, melihat perkembangan satu tahun ke belakang, masih banyak hal yang belum tergarap dan perlu ada beberapa hal catatan dan koreksi perbaikan.

Pertama, Pemkot sebaiknya lebih bijak dalam menentukan prioritas pembangunan. Jangan sampai masalah mendasar dan mendesak yang dibutuhkan oleh masyarakat justru tidak mendapatkan porsi yang utama. Banyak hal yang sebenarnya menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, justru cenderung tidak dioptimalkan upaya pemenuhannya. Ambillah contoh penanganan masalah transportasi, kemacetan, PKL, kemiskinan, penanganan bencana, dan perapian masalah perizinan. Hal ini nampak menjadi agenda sekunder jika dibandingkan dengan agenda pembuatan taman-taman kota.

Mempercantik kota itu penting. Namun, menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan perumahan warga jauh lebih penting. Untuk itu, upaya pencegahan maupun penanganan terhadap bencana longsor ataupun banjir harusnya menjadi prioritas pertama. Bagaimana seharusnya drainase dan saluran air di revitalisasi. Danau-danau bendungan pengendali di keruk dan diperbaiki. Lahan-lahan miring perumahan warga di turap dan diperkuat pondasinya. Nyatanya, hal tersebut tidak terjadi. Yang ada adalah bersoleknya taman-taman kota di berbagai sudut jalan dan kota.

Selain itu, adanya soliditas seluruh stake holder pemerintahan juga sangatlah mendasar bagi terwujudnya pembangunan yang optimal. Menyelesaikan permasalahan kota dibutuhkan soliditas, komunikasi, dan koordinasi yang baik, baik di internal Pemkot Bogor maupun hubungan yang baik dengan legislatif, tokoh masyarakat, dan stake holder lainnya. Kita memerlukan super team untuk menyelesaikan masalah kita bersama, sehingga roda organisasi pemerintahan bergerak optimal secara bersamaan. Bukan kemampuan superman yang kemudian tidak diback up oleh tim yang solid.

Masalah keterlambatan pengajuan RAPBD 2016 dan rendahnya serapan anggaran 2015 seharusnya cukup menjadi sinyalemen soliditas dan koordinasi ini. RAPBD baru diajukan di triwulan IV dan akhirnya baru disahkan pada 30 Nopember 2015, dengan tingkat pembahasan yang akhirnya terkesan terburu-buru. Padahal, kebijakan anggaran maupun tingkat penyerapannya merupakan salah satu instrumen yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Di sisi lain, masalah perijinan juga harusnya menjadi fokus besar dari Pemerintah. Sudah banyak bangunan yang didirikan tidak sesuai RTRW dan kaidah lingkungan. Harus ada keberanian dan ketegasan. Basmi praktik rente dalam penyalahgunaan wewenang perijinan. Karena jika tidak, hal ini sama saja dengan menabung bencana di kemudian hari. Baik bencana ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Ke depan, semoga seluruh pihak utamanya Walikota dan jajarannya dapat memperbaiki kinerjanya di masa-masa yang akan datang. Partai politik di parlemen harus bisa memfungsikan dirinya sebagai mitra kritis konstruktif Pemerintah. Dan mereka semua, terus bisa bahu membahu dan memberikan solusi serta langkah nyata dalam penyelesaian masalah-masalah di kota Bogor tercinta, terutama dalam penyelesaian masalah-masalah prioritas seperti transportasi, kemacetan, infrastruktur, PKL, penanganan bencana, dan kemiskinan (*)

3 thoughts on “Catatan ‘Cinta’ Akhir Tahun Untuk Pemkot Bogor”

  1. Ikutan nimbrung kasih masukan yah mas atang.
    Mungkin selain pembangunan fisik, pemkot bogor juga harus mulai memperhatikan peningkatan SDM kota bogor. Menciptakan budaya positif di masyarakat seperti ketaatan terhadap hukum dan gotong royong, harus mulai digalakan kembali. Hal tersebut bisa terwujud bila pemkot mau melibatkan seluruh segmen masyarakat untuk bersama-sama membangun kota bogor. Sekarang sudah bukan lagi zamannya bekerja sendiri (single fighter), tetapi semua harus dikerjakan bersama bahu membahu.
    Cita-cita kota bogor untuk menjadi yang terdepan dalam pariwisata, bukan hanya di wujudkan melalui pembangunan taman dan penambahan fasilitas hotel dan tempat wisata. Tetapi perlu juga disiapkan SDM lokal yg benar siap-siap mengelola sebuah kota wisata. Salah satunya adalah menyiapkan para generasi muda bogor dengan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa inggris. Langkah awal, pemkot dapat melakukan pemetaaan kompetensi bahasa inggris berstandar internasional terhadap siswa/siswinya, khususnya yang hendak lulus. Data awal tersebut penting sehingga kedepan pemkot mempunyai database yang valid mengenai kompetensi bahasa inggris para siswanya dan dapat menentukan program yang lebih tepat sasaran guna mewujudkan kota pariwisata dan smart city.

    1. Nuhun Kang Inu… ditunggu terus masukannya… insya Allah edisi berikutnya kita angkat masalah pembangunan kualitas SDM

  2. Nikmati berbagai destinasi wisata menarik yang bisa Anda kunjungi di kota Bogor. Rasakan suasana alam di tengah kota yang pasti akan memberikan nuansa berbeda untuk menikmati hari libur Anda. Cicipi juga berbagai kuliner tradisional yang pastinya menggugah selera untuk dinikmati bersama orang yang Anda kasihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *